Fogging Massal Sukabumi

Akhir 2017 lalu, pemerintah sukabumi menyelenggarakan fogging massal. Meskipun dibeberapa daerah fogging sudah dilarang, namun pemerintah sukabumi dan dinas kesehatan sukabumi tetap memilih fogging sebagai salah satu solusi mengurangi tingginya korban demam berdarah. Fogging dilakukan diakhir tahun dengan harapan agar pada tahun 2018 angka korban dbd dapat menurun. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai fogging massal di sukabumi, apa itu fogging dan bagaiman prosedur fogging nyamuk.

Fogging memiliki makna asap. Fogging nyamuk merupakan salah satu teknik pengusiran nyamuk demam berdarah dengan metode pengasapan. Fogging nyamuk menggunakan alat berupa mesin yang dapat menghilkan asap dengan kandungan kimia sesuai dengan obat yang dimasukkan pada alat tersebut. Obat fogging nyamuk biasanya mengandung zat kimia seperti melathion ataupun kandungan lainnya. Zat kimia ini yang nantinya akan mematikan nyamuk penyebab demam berdarah. Selain nyamuk, hama lainnya juga bisa mati akibat dari zat kimia tersebut.

Namun ada satu hal yang sangat disayangkan yaitu fogging nyamuk dianggap tidak efektif. Fogging nyamuk menjadi tidak efektif karena tidak dapat membunuh semua jenis nyamuk melaikan hanya nyamuk dewasa. Sedangkan efek samping yang diberikan adalah pencemaran lingkungan karena asap dan juga dapat menimbulkan beberapa penyakit yang membahayakan manusia. Semenjak itulah fogging nyamuk dianggao tidak efektif dan tidak lagi digunakan. Selain itu, fogging nyamuk juga dapat berdampak tidak baik bagi lingkungan dan juga kesehatan manusia. Hal ini diperkuat oleh penelitian guru besar fakultas kedokteran hewan institute pertanian bogor akan kekebalan nyamuk dengan fogging. Untuk membasmi nyamuk DBD, anda memang perlu menggunakan layanan jasa fogging nyamuk DBD agar rumah anda aman terkendali dari serangan nyamuk DBD.

Meskipun begitu fogging masal tetap dilakukan di Sukabumi tepatnya pada 40 titik lokasi 33 kelurahan 7 kecamatan. Fogging tersebut dimulai sejakĀ  November dan di perkirakan akan berakhir hingga desember. Kota sukabumi sebenarnya memiliki penurunan angka korban demam berdarah yang cukup signifikan pada bulan oktober. Namun pemerintah tetap memilih melakukan fogging untuk lebih menekan angka korban pada tahun baru nanti. Pemerintah Sukabumi juga berharap akan adanya bantuan masyarakat untuk bekerja sama dalam PSN atau pemberantasan sarang nyamuk melalui metode 3M.